dulu vs sekarang; saya vs adik saya
adik saya, namanya Ummu Salamah, secara usia kronologis terpaut 2,5 tahun dengan saya. tapi secara tahun akademik, terpaut 4 angkatan.
melihat adik saya yang sekarang sudah melepas jabatan “anak SMA”-nya dan sebentar lagi menyandang gelar “mahasiswa”, saya tiba-tiba teringat “masanya saya”, sekitar 4 tahun lalu.
dalam waktu 4 tahun, ternyata banyak perkembangan zaman yang terjadi. ya iyalah yaa.
zaman-saya, belum ada yang namanya SNMPTN Jalur Undangan. orang-orang yang “se-zaman” sama saya mungkin lebih familiar dengan istilah PMDK (hayo kepanjangannya apa?). mekanismenya serupa tapi tak sama dengan yang di-zaman-adik-saya dikenal dengan SNMPTN Undangan.
zaman-saya, daftar SNMPTN harus ngantri panjaaaaangg banget buat beli formulir, terus mengisi biodatanya masih dengan cara menghitamkan pilihan pakai pensil 2B (yang di-scan komputer gitu loh). proses sampai dapat kartu ujian itu sangat mengucurkan keringat.
zaman-adik-saya, sistemnya sudah segala online. tinggal bayar di bank, dapat pin, daftar online, ngisi biodata ini-itu, upload foto dan lain sebagainya, taraaa~ selesai deh, tinggal print kartu ujian.
zaman-saya, jeda antara “bukan anak SMA lagi” dengan “jadi mahasiswa” itu cukup lama. selang antara pengumuman UN dan pengumuman SNMPTN itu lama banget. ada sekitar satu sampai dua bulan tanpa status, tanpa kartu identitas yang masih berlaku (karena waktu itu saya masih belum genap 17 tahun, belum punya KTP). kurang lebih satu bulan “digantung”.
zaman-adik-saya, ya karena dia lewat SNMPTN Undangan sih, paginya pengumuman lulus UN, sorenya pengumuman lulus SNMPTN. bahkan selang sehari pun tidak. dia ngga sempat ngerasain “digantung” dalam waktu yang cukup lama.
walaupun “beda zaman”, ada hal yang tetap sama: lulus SNMPTN itu bahagianya tidak terkira, bagi saya maupun adik saya. :)
*untuk adik saya yang sebentar lagi jadi anak UI. cieeee selamat yaa :)